TATA CARA PENGEBORAN AIR ARTESIS DARI A-Z

Untuk membahas tata cara pengeboran air, fokus kami adalah pada pengeboran air artesis. Berikut langkah-langsah pengeboran

A.      SEBELUM PENGEBORAN

1.       Kontrak Kerja

Sebelum melakukan pekerjaan pastikan dulu untuk perjanjian pekerjaan, apakah kontrak kedalaman bor atau debit air.

2.       Test/Survey  Geolistrik

Tujuan dari survey ini untuk mengetahui lapisan batuan tanah di spot pengeboran yang akan dikerjakan. Survey ini dapat menduga sampai kedalaman 300 meteran tergantung kabel  alat geolistrik. Data ini digunakan sebagai acuan dimana titik aquifer berada

3.       Survey Hydrogeologi

Survey ini dimaksudkan sebagai pengamatan morfologi daerah sekitar atau lingkungan daerah yang akan dilakukan pengeboran

4.       Persiapan peralatan pengeboran & Crews

Sebelum diadakan pengeboran, pastinya ada persiapan alat & tenaga dalam pekerjaan pengeboran. Detail alat pengeboran akan dijelaskan dalam artikel mendatang. Untuk crew drilling biasanya berjumlah 5 orang , dimana 1 orang sebagai master bor.

5.       Pengiriman peralatan pengeboran

Untuk lokasi yang jauh, perlu adanya kontrol agar tidak terlupa peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan pengeboran

B.      PROSES PENGEBORAN & SETALAH PENGEBORAN

6.       Pembuatan concrete block beton

Pembuatan ini ditujukan sebagai landasan mesin bor agar mesin bor stabil dalam pekerjaan pengeboran.

7.       Perakitan menara bor

Setelah menentukan titik bor, maka didirakan menara bor sebagai jalan masuknya drill pipe atau stangbor. Biasanya menara bor mempunyai ketinggian 7-12 meter tergantung panjang pipa bor yang digunakan

8.       Membuat bak spul, saluran sirkulasi/Bak Sanitasi

Dalam pengeboran, perlu adanya senyawa lumpur atau sering disebut bentonite yang beredar dipasaran. Fungsi bentonite tersebut berfungsi mengangkat kotoran bor dan memperbagus lubang pengeboran (difungsikan agar lubang tidak runtuh). Campuran tersebut dimasukkan kedalam lubang bor, maka dari itu diperlukan bak spul sebagai penampung

9.       Proses pengeboran /Pembuatan lubang bor/Pilot Hole

Dalam pengeboran pilot hole biasanya berukuran 4-6” (berdasarkan perjanjian awal kerja), sampai kedalaman yang akan dituju. Durasi waktu yang diperlukan dipengaruhi banyak factor, pertama, mesin bor, kelengkapan asesoris dan kapasitas alat bor. Kedua, Juru bor/master bor dalam memimpin jalannya pengeboran. Yang ketiga, formasi batuan yang akan dihadapi.  

10.   Logging test

Tujuan test ini adalah untuk membaca lapisan-lapisan tanah, yang kedua test ini untuk menentukan peletakan pipa screen

11.   Proses pengeboran reaming

Reaming bermaksud untuk pembesaran lubang bor sesuai lubang bor yang dikehendaki, missal pilot hole 6”  maka reaming dilakukan di 8-12”.

12.    Pemasangan/Instalasi pipa casing dan screen

Setelah pengeboran selesai, maka dilakukan instalasi pipa casing dan pipa screen. Pemasangan pipa screen dipasang dikedalaman sesuai hasil logging, dimana screen ini sebagai jalan masuknya air. Screen ini dimasukkan serangkaian dengan sambungan casing. Sebagai contoh titik bor memiliki kedalaman 100 meter, setelah hasil logging, aquifer berada dikedalaman 60-80 meter, maka yang dipasang screen hanya dikedalaman 60-80 meter saja, selanjutnya  80-100 meter, dan 0-60 meter dipasang  pipa casing. Ini hanya untuk sebagai contoh

13.   Pemasukan gravel

Pemasukan gravel berbarengan dengan flushing menggunakan air dan senyawa bentonit/lempung dengan takaran tertentu. Pemasangan gravel  2 meter diatas screen . Lalu pertanyaan  apa tujuan dipasang gravel, yaitu untuk menyaring air dan lubang screen tidak tertutup langsung dengan lempung atau tanah yang pastinya akan mengakibatkan air tidak bisa masuk.

14.   Pembersihan sumur /lubang bor/flushing

Pembersihan dilakukan untuk mengangkat kotoran-kotoran bor yang masih dalam tanah.  Pembersihan ini juga bertujuan untuk menata dan menumpuk gravel agar lebih padat dan rapi

15.   Air lift jetting

Pembersihan selanjutnya menggunakan  compressor dimana tujuannya untuk membersihkan screen atau lubang screen yang ditempeli lumpur (penting), fungsi kedua yaitu agar gravel tertata rata dan padat, setelah dikompressor, maka otomatis level gravel akan turun, maka perlu ditambah gravel sampai level gravel diatas screen teratas (2 meter diatas screen teratas)

16.   Pemasukan  pasir,split dan lempung

Pemberian pasir,split dan lempung berkisar masing-masing 1 meter, jadi total 3 meter. pemberian dilakukan diatas gravel. Tujuan pemberian material ini adalah agar saat grouting,material ini dapat menahan agar grouting tidak turun ke gravel.

17.   Grouting

Langkah selanjutnya yaitu grouting, setelah diberikan pasir,split dan lempung, maka lubang bor siap digrouting. Grouting dilakukan dilakukan dipeletakan screen teratas dan campuran nomer 16 setinggi 3 meter.  Tujuan dari grouting adalah agar dinding bor kuat, karna dari posisi lubang bor teratas sampai screen dikhawatirkan tanah bergerak maka grouting adalah hal yang wajib. Fungsi kedua yang tak kalah penting adalah agar air yang dari permukaan tanah dan air dari resapan tanah sekitar tidak masuk kedalaman lubang pengeboran karna ditakutkan terjadi kontaminasi.

18.   Pumping test

Test ini dilakukan untuk menguji ketersediaan air  dan debit yang dilakukan dalam waktu 3 hari. Bertujuan untuk melihat hasil jumlah air yang dihasilkan setelah dibor. Satuan pengukuran debit air adalah detik, misal 5 liter/detik. Tujuan dari pumping test adalah mencari water level yang stabil dalam kurun waktu 3 hari dengan mengatur letak submersible pump. Dari test tersebut akan diketahui  dimana  peletakan pompa submersible yang pas.

19.   Instalasi bak tandon (tampungan air)

Instalasi penampungan air biasanya berkapasitas 5000 liter, fungsi utama untuk menyimpan air setelah adanaya pumping dari submersible pump. Setelah bak terisi maka air siap disalurkan. Settingan bak tandon dibuat otomatis.  

20.   Pembuatan rumah genset (bila diperlukan)

Bertujuan untuk tempat penyimpanan genset, dimana genset digunakan untuk menyediakan listrik saat pumping (air dialirkan dari dalam sumur menuju ke bak tandon). Bila genset tidak diperlukan maka bisa disambukan dengan listrik langsung

21.   Pembersihan bak spul/kolam sanitasi

Setelah pengeboran selesai  maka campuran bentonit tidak diperlukan lagi, maka bak wajib dibersihkan.  

22.   Pembersihan lokasi kerja & demobilisasi peralatan pengeboran

Setelah selesai pekerjaan pengeboran maka wajib kontraktor untuk membersihkan area lokasi  dan  mengemas alat-alat pengeboran .

23.   Instalasi kran dan pipa distribusi

Diperlukan dalam distribusi air, setelah semua dikerjaan maka air artesis siap digunakan.

 

******************************************************

PT. Bina Tirta Jaya Group

Used Japan Drilling machine & Heavy equipment Importer

Address : Siliwangi No.638, Semarang, Central Java, Indonesia

Website : www.rajamesinborair.com

Mail : yusronthowaf@ymail.com

Tel : +62 024 7624993

Phone : +6281328498889     

 









img-1494928088.jpg



img-1494928106.jpg







img-1494928220.jpg




img-1494928766.jpg